Thursday, March 28, 2019

Diagnosa nanda- nic noc : Penurunan Curah Jantung

Diagnosa: PENURUNAN CURAH JANTUNG
Definisi:
Ketidakcukupan darah yang dipompakan jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh
Batasan karakteristik:
-       Perubahan denyut jantung/ritme: aritmia(takikardi/bradikardi), palpitasi, perubahan EKG 
-       Perubahan preload: distensi vena jugularis, kelemahan, edema, murmur, peningkatan/penurunan CVP, peningkatan BB
-       Perubahan afterload: kulit dingin/lembab, dispnea/nafas dangkal, oliguria, pemanjangan waktu pengisian ulang kapiler, penurunan pulsasi perifer, variasi hasil pengukuran TD, peningkatan/penurunan resistensi vaskuler sistemik, perubahab warna kulit
-       Perubahan kontraktilitas: crackels, batuk, ortopnea/PND, CO<4L/mnt, penurunan ejection fraction, stroke volume, suara jantung S3 atau S4
-       Perilaku/emosional: cemas, gelisah
Faktor yang berhubungan
-     Gangguan ritme/denyut jantung
-     Perubahan stroke volume: perubahan preload, afterload, kontraktilitas
Tujuan (Nursing Outcome Classification/NOC)
-          Cardiac pump effectiveness (keefektifan pompa jantung)
Definisi: meningkatkan darah yang dipompakan dari ventrikel kiri per menit untuk mendukung tekanan perfusi sistemik.
-          Circulation status (status sirkulasi)
Definisi: peningkatan aliran darah yang tidak tersumbat dan secara langsung dengan tekanan yang sesuai melalui pembuluh darah besar pada jalur sistemik dan pulmonal.
-          Tissue perfussion: abdominal organ (perfusi jaringan: organ abdominal)
Definisi: peningkatan aliran darah melalui pembuluh darah kecil pada organ dalam abdomen dan mempertahankan fungsi organ.
-          Tissue perfussion :perypheral (perfusi jaringan: perifer)
Definisi: meningkatkan aliran darah melalui pembuluh darah kecil pada ekstremitas dan mempertahankan fungsi jaringan.
-          Vital sign status (status tanda vital)
Definisi:
Kriteria Hasil :
-         Mendemonstrasikan keadekuatan cardiac output dibuktikan oleh TD dan nadi serta ritme jantung dalam rentang normal untuk klien, nadi perifer kuat, dan kemampuan untuk mentoleransi aktivitas tanpa gejala: dispnea, sincope, atau nyeri dada
-         Bebas dari gejala efek samping obat yang digunakan untuk mencapai curah jantung yang cukup
-         Menjelaskan tindakan dan pencegahan yang dilakukan pada penyakit jantung
Nursing Intervention Classification (NIC)
-       Cardiac care: acute (perawatan jantung: akut)
Definisi: pembatasan komplikasi pada pasien yang baru saja mengalami episode ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan akibat gangguan fungsi jantung
-       Circulatory care (perawatan sirkulasi)
Definisipeningkatan sirkulasi arteri dan vena.
Intervensi:
1.       Ongoing assesment (pengkajian terus menerus)
-          Monitor gejala gagal jantung dan penurunan cardiac output, yang meliputi berkurangnya kualitas denyut nadi perifer, kulit dan kaki serta tangan dingin, bertambahnya kecepatan pernafasan, adanya PND, ortopnea, bertambahnya kecepatan denyut jantung, ditensi vena leher, menurunnya tingkat kesadaran, dan adanya edema.
-          Dengarkan bunyi jantung, catat kecepatan, irama, adanya bunyi S3 dan S4 serta bunyi paru paru. Munculnya irama galop, takikardi, crackels halus pada paru paru dapat mengindikasikan permulaan gagal jantung.
2.       Nursing therapeutic intervention (intervensi terapeutik keperawatan)
-          Amati kebingungan, kelelahan, kegelisahan, catat lokasi,radiasi, kualitas, durasi, manifestasi yang berkaitan seperti mual dan faktor pencetus dan pereda
-          Jika terjadi nyeri dada, suruh pasien untuk berbaring, monitor irama jantung, beri oksigen, buka baju, obati nyeri, dan beritahu dokter
-          Tempatkan monitor jantung, monitor jika terjadi disritmia, terutama fibrilasi atrium
-          Monitor parameter hemodinamik selama terjadi peningkatan tekanan pulmonal, peningkatan SVR, atau penurunan CO
-          Titrasi obat inotropik atau vasoaktif sampai pada parameter yang telah ditentukan untuk mempertahankan kontraktilitas, preload, dan afterload, sesuai perintah dokter
-          Monitor masukan dan pengeluaran. Bila pasien menderita sakit akut, ukur output urin per jam dan catat penurunan output
-          Catat hasil EKG dan rontgen dada. EKG dapat menunjukkan adanya MI sebelumnya, atau petunjuk adanya hipertrofi ventrikel kiri, yang menunjukkan stenosis aorta
-          Catat hasil pemeriksaan diagnostik seperti echocardiogram
-          Amati nilai laboratorium secara teliti, terutama AGD dan elektrolit, termasuk kalium
-          Monitor hasil laboratorium seperti WBC, Na, serum kreatinin
-          Berikan oksigen selama diperlukan sesuai instruksi dokter
-          Tempatkan pasien pada posisi semi fowler atau posisi yang nyaman
-          Cek TD, nadi, dan kondisi sebelum memberikan obat jantung seperti ACE inhibitor, digoxin, beta bloker. Beritahu dokter jika terjadi perubahan tanda vital
-          Selama kondisi akut pastikan pasien tetap tirah baring atau mempertahankan tingkat aktivitas yang tidak membahayakan CO
-          Secara bertahap tingkatkan aktivitas bila kondisi pasien telah stabil dengan menganjurkan pasien untuk melakukan langkah yang lebih pelan, atau waktu beraktivitas yang lebih pendek dengan waktu istirahat yang sering sesuai dengan ketentuan latihan, amati gejala intoleransi. Ukur TD dan nadi sebelum dan sesudah aktivitas serta catat perubahannya
-          Sajikan makanan yang mengandung sodium dalam jumlah terbatas serta makanan rendah kolesterol. Berikan hanya sejumlah kecil minuman yang mengandung kafein jika tidak mengakibatkan disritmia
-          Monitor fungsi usus besar. Berikan obat pencahar selama dianjurkan. Perintahkan pasien untuk tidak mengejan selama BAB. Aktivitas yang berkurang dapat menyebabkan konstipasi

-          Suruh pasien menggunakan commode atau urinal untuk toileting dan hindari menggunakan bed pan
-          Berikan lingkungan yang tenang dengan meminimalkan tekanan yang terkendali dan gangguan yang tidak semestinya. Jadwalkan istirahat setelah makan dan beraktivitas
-          Timbang BB pasien pada waktu dan hari yang sama (setelah BAK)
-          Nilai adanya kecemasan, bantu mengatasi cemas
-          Pertimbangkan menggunakan musik untuk mengurangi kecemasan dan memperbaiki fungsi jantung
-          Monitor masukan cairan dengan teliti termasuk IV line. Pertahankan pembatasan cairan bila diinstruksikan
-          Rujuk kepada program rehabilitasi jantung untuk pendidikan, evaluasi, dan dukungan untuk meningkatkan aktivitas dan membangkitkan semangat hidup
3.       Health education (pendidikan kesehatan)
-          Ajarkan gejala gejala gagal jantung dan tindakan yang tepat yang harus diambil jika pasien memperlihatkan gejala tersebut
-          Ajarkan pentingnya berhenti merokok dan menghindari minum alkohol
-          Ajarkan pengurangan stres (mengontrol pernafasan, relaksasi otot, guided imagery)
-          Jelaskan perlunya pembatasan, termasuk konsumsi makanan yang memiliki kandungan garam, petunjuk masukan cairan, dan menghindari valsava manuver
-          Bantu pasien dalam memahami perlunya dan bagaimana cara melakukan perubahan gaya hidup. Hubungi rehabilitasi jantung sebagai pertolongan untuk penanggulangan dan penyesuaian
-          Ajarkan tindakan, efek samping dan pentingnya minum obat jantung secara kontinyu
-          Berikan petunjuk lanjutan pada pasien/keluarga untuk mempertimbangkan
-          Ajarkan pada pasien pentingnya memperoleh suntikan pneumonia (biasanya sekali seumur hidup) dan suntikan flu setiap tahun selama ditentukan oleh dokter
-          Ajarkan pada pasien pentingnya menimbang BB setiap hari dan mencatatnya Tanyakan apakah pasien memiliki timbangan di rumah, jika tidak beritahu untuk mencari di tempat terdekat
-          Berikan materi tertulis yang spesifik dan rencana perawatan diri untuk pasien atau perawat sebagai referensi

No comments:

Post a Comment