|
Diagnosa:
DIARE
|
|
Definisi :
Buang air besar yang tidak teratur
|
|
Faktor
yang berhubungan
Psikologi
- Tingkat
stress dan kecemasan yang tinggi
Situsional
- Penyalahgunaan
alcohol
- Keracunan
- Penggunaan
obat pencahar
- Radiasi
- NGT/Tube
Feeding
- Efek
yang merugikan dari pengobatan
- Bahan
yang dapat mengkontaminasi
- Bepergian
- Keadaan
yang mendesak
- Nyeri
perut
- Kram
Fisiologi
- Inflamasi
- Malabsorbsi
- Proses
infeksi
- Iritasi
- Parasit
|
|
Batasan
karakteristik
- Sedikitnya
mengeluarkan tiga kali buang air besar yang cair per hari
- Suara
pencernaan yang meningkat
|
|
Tujuan
(Nursing Outcome Classification/NOC)
- Bowel
Elimination (eliminasi isi usus)
Definisi: kemampuan saluran gastrointestinal untuk
membentuk dan mengeluarkan tinja secara efektif
- Electrolyte
and Acid-Base Balance (keseimbangan asam basa dan elektrolit)
Definisi: keseimbangan asam basa dan elektrolit dalam
batas normal
- Fluid
Balance (keseimbangan cairan)
Definisi: keseimbangan cairan di intraseluler dan
ekstraseluler yang merupakan bagian dari tubuh
- Hydration (hidrasi)
Definisi: jumlah cairan di intraseluler dan
ekstraseluler yang merupakan bagian dari tubuh
- Symptom
Severity (keparahan gejala)
Definisi: memperluas atau mengamati perubahan yang
kurang baik secara fisik, emosional, dan sosial
|
|
Kriteria
hasil
- Warna,
bau, dan lemak tinja dalam batas normal
- Tinja
lunak dan berbentuk
- Tidak
ada darah dalam tinja
- Mudah
dan nyaman saat mengeluarkan tinja
- Tekanan
darah, tekanan arteri (MAP), tekanan vena sentral dalam batas yang
diharapkan/normal
- Nadi
perifer teraba
- Tidak
terjadi hipotensi postural
- Tidak
terjadi suara nafas yang abnormal
- Berat
badan stabil, mata tidak cekung
- Tidak
haus yang abnormal, elektrolit serum, gravitasi urin spesifik dalam batas
normal
- Membran
mukosa lembab
- Tidak
terjadi demam
- Tekanan
darah, urin output, hematokrit dalam batas normal
- Intensitas
dan frekuensi munculnya gejala berkurang
- Klien
merasa bebas dari ketidaknyamanan, takut, cemas
- Klien
dapat istirahat
|
|
Nursing
Intervention Classification (NIC)
- Diarrhea
Management (manajemen diare)
Definisi:
mencegah dan meringankan diare
- Bowel
Incontinence Care (perawatan inkontinensia isi usus): Encopresis
Definisi: meningkatnya kontinensia bowel pada anak anak
- Bowel
Management (manajemen isi usus)
Definisi: membangun dan mempertahankan pola teratur
defekasi
- Electrolyte
Management (manajemen elektrolit)
Definisi: meningkatkan keseimbangan elektrolit dan
mencegah komplikasi yang diakibatkan oleh kadar serum elektrolit yang
abnormal atau tidak diharapkan
- Fluid/Electrolyte
Management (manajemen cairan/elektrolit)
Definisi: mencegah komplikasi yang diakibatkan oleh
gangguan tingkat cairan dan/atau elektrolit
- Fluid
Management (manajemen cairan)
Definisi: peningkatan keseimbangan cairan dan mencegah
komplikasi yang diakibatkan oleh abnormalitas cairan atau kadarnya tidak
sesuai harapan
- Fluid
Monitoring (monitoring cairan)
Definisi: mengumpulkan dan menganalisis data klien
untung mengatur keseimbangan cairan
- Medication
Management (manajemen pengobatan)
Definisi: memfasilitasi keamanan dan keefektifan
penggunaan resep dan penggunaan obat yang berlebihan
- Medication
Prescribing (meresepkan pengobatan)
Definisi: meresepkan pengobatan untuk masalah kesehatan
- Perineal
Care (perawatan perineal)
Definisi: mempertahankan integritas kulit perineal dan
mengurangi rasa tidak nyaman di area perineal
- Skin
Surveilance (pemantauan kulit)
Definisi: mengumpulkan dan menganalisis data pasien
untuk mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa
- Weight
Management (manajemen berat badan)
Definisi: memfasilitasi mempertahankan berat badan yang
optimal dan persentase lemak tubuh
Intervensi
1. Ongoing
assesment (pengkajian terus menerus)
- Evaluasi
efek samping pengobatan
- Timbang
berat badan secara teratur dan catat penurunannya
- Inspeksi,
palpasi, perkusi, dan auskultasi perut; catat apakah perut sering berbunyi
- Monitor
abnormalitas elektrolit serum
- Monitor
manifestasi ketidakseimbangan elektrolit
- Monitor
vital sign
- Monitor
kelembaban kulit dan membran mukosa
- Kaji
perubahan motivasi makan klien
2. Nursing
therapeutic intervention (intervensi keperawatan terapeutik)
- Nilai
pola defekasi klien dan suruh klien membuat catatan meliputi hal berikut:
saat defekasi terjadi, rangsangan yang biasa untuk defekasi,; konsistensi,
jumlah, dan frekuensi tinja; tipe, jumlah, dan waktu untuk mengkonsumsi
makanan; masukan cairan; riwayat kebiasaan buang air besar dan penggunaaan laksatif;
diet; pola olahraga; riwayat obstetri/ginekologi, pengobatan dan pembedahan;
obat; perubahan dalam sensasi perianal; dan cara buang air besar yang ada
- Bantu
klien mengurangi stres
- Kenali
penyebab diare jika memungkinkan (misal viral, rotavirus, HIV; makanan;
efek obat-obatan; terapi radiasi; kekurangan gizi (protein);
penyalahgunaan obat pencuci perut, stres)
- Pertahankan
alirkan intravena
- Berikan
cairan
- Jika
klien mengalami diare yang encer, peningkatan suhu tubuh, kram perut, dan
memiliki riwayat terapi antibiotik, pertimbangan kemungkinan infeksi
Clostridium difficile
- Gunakan
tindakan pencegahan standard saat merawat pasien yang mengalami diare
infeksius; gunakan sarung tangan, dan mencuci tangan
- Ambil
sampel tinja untuk menegakkan dan mendiagnosis adanya proses infeksius (misal
ova dan parasit, infeksi C. difficile, pembiakan bakteri)
- Jika
klien mengalami diare infeksius, hindari menggunakan obat yang memperlambat
peristaltik
- Nilai
dehidrasi dengan mengamati ketegangan kulit di atas sternum dan periksa alur
melebar dari lidah. Perhatikan rasa haus yang berlebihan, demam, kepeningan,
rasa pusing, palpitasi, kram yang berlebihan, berak berdarah, hipotensi, dan
gejala shock
- Amati
gejala kehilangan sodium dan potassium (misal kelelahan, kram perut atau
kaki, disritmia). Catat
hasil laboratorium elektrolit
- Monitor
dan catat intake dan output; catat oliguria dan urin yang pekat. Ukur berat jenis soesifik urin
jika memungkinkan
- Berikan
air bersih selama diperbolehkan (misal soda bening, Jell O), sajikan
suam-suam kuku
- Untuk
anak-anak yang mengalami diare berikan cairan terapi rehidrasi oral (oralit)
selama diperintahkan oleh dokter
- Jika
diare berkaitan dengan kanker atau perawatan kanker, segera setelah infeksi
penyebab diare disingkirkan, beri obat sesuai program terapi untuk
menghentikan diare
- Jika
terjadi diare kronis dan terjadi karena kekurangan gizi, konsultasikan dengan
ahli gizi untuk makanan yang dianjurkan dan penggunaan formula terhidrolisa
yang mungkin dalam mempertahankan nutrisi, sementara sistem gastrointestinal
sembuh
- Anjurkan
klien untuk makan dalam porsi kecil dan sering, anjurkan untuk
mengkonsumsikan makanan yang biasanya menyebabkan konstipasi serta mudah
dicerna (misal nanas, krakers, kue kering yang asin, nasi, kentang). Anjurkan
klien menghindari produk susu, makanan berserat tinggi dan kafein (soda, teh,
kopi, coklat)
- Sediakan
pispot, toilet yang tersedia dengan mudah
- Jaga
keutuhan kulit perirektal. Bersihkan dengan bahan pembersih ringan (pembersih
kulit perineal), berikan salep pelindung pm/krim malam. Jika kulit masih
terkelupas dan kering, oleskan pelembab/ wound hydrogel. Hindari
pengguanaan rektal Foley kateter
- Jika
klien mendapat makanan lewat selang, jangan menganggap hal ini merupakan
penyebab diare. Lakukan penilaian yang lengkap untuk menegakkan penyebab
lain, seperti efek obat, sorbitol dalam obat atau infeksi
- Jika
pasien mendapat makanan lewat selang, anjurkan formula yang mengandung
bahan pengeras feces/bulking agent. Catat tetesan infus, dan cegah
kontaminasi makanan dengan membersihkan botol setiap 8 jam dan menggantinya
setiap 24 jam
3. Health
education (pendidikan kesehatan)
- Mengajarkan
kepada pasien cara mengurangi stres jika diperlukan
- Mengajarkan
kepada keluarga mengenai fisiologi dari defekasi normal dan latihan toileting
- Mengajarkan
dan menginstruksikan klien atau anggota keluarga untuk mencatat warna,
volume, frekuensi, dan konsistensi tinja
- Menjelaskan
pada klien dan/atau keluarga mengenai cara pemberian obat serta efek
sampingnya
- menganjurkan
menghindari kopi, rempah-rempah, produk susu dan makanan yang dapat
mengiritasi atau merangsang sistem gastrointestinal
- mengajarkan
metode minum obat anti diare yang benar, jelaskan efek sampingnya
- Jelaskan
bagaimana cara mencegah penyebaran penyakit diare infeksius (misal mencuci
tangan dengan cermat, penanganan dan penyimpanan makanan yang tepat)
- Bantu
klien untuk menentukan stesor dan menyusun rencana pengurangan stres yang
benar
- Ajarkan
tanda-tanda dan gejala-gejala dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit
|
Thursday, March 28, 2019
diagnosa nanda- nic noc : diare
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment