Thursday, March 28, 2019

diagnosa nanda- nic noc : Intoleransi aktivitas

 Diagnosa:  INTOLERANSI AKTIVITAS
Definisi:
Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menyelesaikan aktivitas sehari hari
Batasan karakteristik:
-       Laporan verbal mengenai kelelahan
-       Nadi atau tekanan darah yang abnormal setelah beraktivitas
-       Perubahan gelombang EKG merefleksikan iskemi atau aritmia, dyspnea 
-       Ketidaknyamanan saat beraktivitas
Faktor yang berhubungan:
-       Bed rest atau immobilitas
-       Kelemahan umum
-       Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
-       Gaya/pola hidup yang meneta
Tujuan (Nursing Outcome Classification/NOC)
-       Tolerance activity (toleransi aktivitas)
Definisi: respon terhadap konsumsi energi dari gerakan tubuh yang dilibatkan dalam kegiatan sehari hari yang diinginkan atau dibutuhkan.
-       Energy conservation (konservasi energi)
Definisi : mengembangkan manajemen aktif energi untuk memulai dan mempertahankan aktivitas
-       Defence (ketahanan)
Definisi: meningkatkan energi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas
-       Self care (perawatan diri): ADL
Definisi: kemampuan untuk melakukan aktivitas yang dibutuhkan untuk berfungsi di rumah ataupun masyarakat
Kriteria hasil:
-       Berpartisipasi dalam aktivitas yang diperbolehkan dengan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan frekuensi nafas yang relevan, EKG dalam batas normal.
-       Menyatakan gejala efek samping latihan dan melaporkan serangan gejala secepatnya.
-       Mempertahankan warna kulit normal, kulit tetap hangat dan kering saat aktivitas.
-       Mendemonstrasikan peningkatan toleransi terhadap aktivitas.
Nursing Intervention Classification (NIC):
-       Energy management (manajemen energi)
Definisi mengatur energi yang digunakan untuk menangani atau mencegah kelelahan dan mengoptimalkan fungsi.
-       Activity therapy (terapi aktivitas)
Definisi : anjuran dan bantuan dalam aktifitas spesifik baik fisik, kognitif, sosial dan spiritual untuk meningkatkan rentang, frekuensi atau durasi dari aktivitas individu atau grup
Intervensi :
1.    Ongoing assesment (pengkajian terus menerus)
-          Menentukan penyebab intoleransi aktivitas (lihat faktor yang berhubungan) dan tentukan apakah penyebabnya fisik, psikologis, atau motivasi
-          Kaji pasien setiap hari terhadap kesesuaian aktivitas dan program bed rest


-          Monitor dan catat kemampuan klien dalam mentoleransi aktivitas, catat nadi, TD, monitor pola nafas, dispnea, penggunaan otot bantu pernafasan dan warna kulit sebelum dan setelah aktivitas.
2.    Nursing terapheutic intervention (intervensi terapeutik keperawatan)
-          Mimimalkan penurunan kondisi kardiovaskuler dengan memposisikan pasien mendekati posisi tegak jika memunngkinkan beberapa kali dalam sehari.
-          Jika mungkin, tingkatkan aktivitas bertahap, memberikan kesempatan pada klien untuk berpartisipasi dalam pengaturan posisi, berpindah dan perawatan diri
-          Pastikan klien merubah posisi secara perlahan
-          Ketika klien bangun, observasi gejala intoleransi seperti nausea, pucat, pusing, penglihatan kabur, dan perubahan kesadaran atau lebih baik di cek tanda vitalnya
-          Lakukan latihan rang of motion (ROM) jika klien tidak mampu mentoleransi aktivitas
-          Rujuk klien ke fisioterapi untuk membantu meningkatkan tingkat aktivitas dan kekuatan
-          Instruksikan klien untuk menghentikan aktivitas secepatnya dan laporkan kepada dokter jika ada gejala sbb: munculnya atau peningkatan frekuensi ketidaknyamanan, tekanan pada dada, punggung, leher, dagu, bahu, atau lengan
-          Berikan periode istirahat sebelum dan sesudah periode latihan yang direncanakan seperti: makan, mandi, pengobatan, dan aktivitas fisik
-          Observasi dan catat integritas kulit beberapa kali sehari
-          Kaji adanya inkontinensia urin berhubungan dengan kemampuan fungsional. Kaji kemampuan kemandirian untuk pergi ke toilet dan mengganti dan mengatur pakaian
-          Kaji adanya konstipasi
-          Rujuk ke ahli gizi untuk mengkaji kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intoleransi aktivitas
-          Rujuk klien jantung ke rehabilitasi jantung untuk bantuan dalam mengembangkan pedoman latihan yang aman berdasarkan tes dan pengobatan
-          Pastikan bahwa pasien dengan masalah pernafasan kronis dilakukan tes saturasi oksigen saat latihan
-          Monitor respon klien COPD terhadap aktivitas dengan mengobservasi gejala intoleransi pernafasan seperti: peningkatan dispnea, hilangnya kemampuan untuk mengontrol pernafasan teratur, penggunaan otot bantu nafas, perubahan kulit seperti pucat dan sianosis
-          Instruksikan dan bantu pasien COPD dengan menggunakan tehnik pernafasan terkontrol seperti : mengerucutkan bibir dan pernafasan diafragma
-          Ciptakan dukungan emosional dan dukungan kepada klien untuk meningkatkan aktivitas bertahap
-          Rujuk klien COPD ke program rehabilitasi pulmonal
-          Observasi nyeri sebelum aktivitas. Jika mungkin terapi nyeri sebelum aktivitas, dan pastikan klien tidak tersedasi berat
-          Sediakan peralatan bantu yang dibutuhkan sebelum memindahkan pasien seperti walker, kruk, kursi roda, dan lain lain
-          Gunakan walking belt ketika memindahkan pasien yang tidak dapat berdiri
-          Diskusikan dengan klien untuk menciptakan tujuan yang menguntungkan  yang dapat meningkatkan tingkat aktivitas

3.    Health education (pendidikan kesehatan)
-          Instruksikan klien tentang rasional dan teknik untuk menghindari intoleransi aktivitas
-          Ajrkan klien penggunaan tehnik mengontrol pernafasan dengan aktivitas
-          Ajarkan klien pentingnya dan metode batuk, membersihkan sekresi
-          Instruksikan klien penggunaan teknik relaksasi selama aktivitas
-          Bantu klien dengan konservasi energi dan teknik kerja dalam ADL
-          Ajarkan klien pentingnya nutrisi seimbang
-          Jelaskan pada klien tanda intoleransi aktivitas, mencakup gejala yang harus dilaporkan ke dokter
-          Jelaskan pada klien bagaimana menggunakan alat bantu atau obat sebelum atau selama aktivitas
-          Bantu klien membuat catatan aktivitas untuk mencatat aktivitas dan toleransi aktivitas



No comments:

Post a Comment