|
Diagnosa: INTOLERANSI AKTIVITAS
|
|
Definisi:
Ketidakcukupan
energi fisiologis atau psikologis untuk menyelesaikan aktivitas sehari hari
|
|
Batasan
karakteristik:
- Laporan
verbal mengenai kelelahan
- Nadi
atau tekanan darah yang abnormal setelah beraktivitas
- Perubahan
gelombang EKG merefleksikan iskemi atau aritmia, dyspnea
- Ketidaknyamanan
saat beraktivitas
|
|
Faktor
yang berhubungan:
- Bed
rest atau immobilitas
- Kelemahan
umum
- Ketidakseimbangan
antara suplai dan kebutuhan oksigen
- Gaya/pola
hidup yang meneta
|
|
Tujuan
(Nursing Outcome Classification/NOC)
- Tolerance
activity (toleransi aktivitas)
Definisi:
respon terhadap konsumsi energi dari gerakan tubuh yang dilibatkan dalam
kegiatan sehari hari yang diinginkan atau dibutuhkan.
- Energy
conservation (konservasi energi)
Definisi : mengembangkan
manajemen aktif energi untuk memulai dan mempertahankan aktivitas
- Defence (ketahanan)
Definisi: meningkatkan
energi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas
- Self
care (perawatan diri): ADL
Definisi:
kemampuan untuk melakukan aktivitas yang dibutuhkan untuk berfungsi di rumah
ataupun masyarakat
|
|
Kriteria
hasil:
- Berpartisipasi
dalam aktivitas yang diperbolehkan dengan peningkatan denyut jantung, tekanan
darah, dan frekuensi nafas yang relevan, EKG dalam batas normal.
- Menyatakan
gejala efek samping latihan dan melaporkan serangan gejala secepatnya.
- Mempertahankan
warna kulit normal, kulit tetap hangat dan kering saat aktivitas.
- Mendemonstrasikan
peningkatan toleransi terhadap aktivitas.
|
|
Nursing
Intervention Classification (NIC):
- Energy
management (manajemen energi)
Definisi : mengatur
energi yang digunakan untuk menangani atau mencegah kelelahan dan
mengoptimalkan fungsi.
- Activity
therapy (terapi aktivitas)
Definisi
: anjuran dan bantuan dalam aktifitas spesifik baik fisik, kognitif, sosial
dan spiritual untuk meningkatkan rentang, frekuensi atau durasi dari
aktivitas individu atau grup
Intervensi
:
1. Ongoing
assesment (pengkajian terus menerus)
- Menentukan
penyebab intoleransi aktivitas (lihat faktor yang berhubungan) dan tentukan
apakah penyebabnya fisik, psikologis, atau motivasi
- Kaji
pasien setiap hari terhadap kesesuaian aktivitas dan program bed rest
- Monitor
dan catat kemampuan klien dalam mentoleransi aktivitas, catat nadi, TD,
monitor pola nafas, dispnea, penggunaan otot bantu pernafasan dan warna kulit
sebelum dan setelah aktivitas.
2. Nursing
terapheutic intervention (intervensi terapeutik keperawatan)
- Mimimalkan
penurunan kondisi kardiovaskuler dengan memposisikan pasien mendekati posisi
tegak jika memunngkinkan beberapa kali dalam sehari.
- Jika
mungkin, tingkatkan aktivitas bertahap, memberikan kesempatan pada klien
untuk berpartisipasi dalam pengaturan posisi, berpindah dan perawatan diri
- Pastikan
klien merubah posisi secara perlahan
- Ketika
klien bangun, observasi gejala intoleransi seperti nausea, pucat, pusing,
penglihatan kabur, dan perubahan kesadaran atau lebih baik di cek tanda
vitalnya
- Lakukan
latihan rang of motion (ROM) jika klien tidak mampu
mentoleransi aktivitas
- Rujuk
klien ke fisioterapi untuk membantu meningkatkan tingkat aktivitas dan
kekuatan
- Instruksikan
klien untuk menghentikan aktivitas secepatnya dan laporkan kepada dokter jika
ada gejala sbb: munculnya atau peningkatan frekuensi ketidaknyamanan, tekanan
pada dada, punggung, leher, dagu, bahu, atau lengan
- Berikan
periode istirahat sebelum dan sesudah periode latihan yang direncanakan
seperti: makan, mandi, pengobatan, dan aktivitas fisik
- Observasi
dan catat integritas kulit beberapa kali sehari
- Kaji
adanya inkontinensia urin berhubungan dengan kemampuan fungsional. Kaji
kemampuan kemandirian untuk pergi ke toilet dan mengganti dan mengatur
pakaian
- Kaji
adanya konstipasi
- Rujuk
ke ahli gizi untuk mengkaji kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intoleransi
aktivitas
- Rujuk
klien jantung ke rehabilitasi jantung untuk bantuan dalam mengembangkan
pedoman latihan yang aman berdasarkan tes dan pengobatan
- Pastikan
bahwa pasien dengan masalah pernafasan kronis dilakukan tes saturasi oksigen
saat latihan
- Monitor
respon klien COPD terhadap aktivitas dengan mengobservasi gejala intoleransi
pernafasan seperti: peningkatan dispnea, hilangnya kemampuan untuk mengontrol
pernafasan teratur, penggunaan otot bantu nafas, perubahan kulit seperti
pucat dan sianosis
- Instruksikan
dan bantu pasien COPD dengan menggunakan tehnik pernafasan terkontrol seperti
: mengerucutkan bibir dan pernafasan diafragma
- Ciptakan
dukungan emosional dan dukungan kepada klien untuk meningkatkan aktivitas
bertahap
- Rujuk
klien COPD ke program rehabilitasi pulmonal
- Observasi
nyeri sebelum aktivitas. Jika mungkin terapi nyeri sebelum aktivitas, dan
pastikan klien tidak tersedasi berat
- Sediakan
peralatan bantu yang dibutuhkan sebelum memindahkan pasien seperti walker,
kruk, kursi roda, dan lain lain
- Gunakan walking
belt ketika memindahkan pasien yang tidak dapat berdiri
- Diskusikan
dengan klien untuk menciptakan tujuan yang menguntungkan yang dapat
meningkatkan tingkat aktivitas
3. Health
education (pendidikan kesehatan)
- Instruksikan
klien tentang rasional dan teknik untuk menghindari intoleransi aktivitas
- Ajrkan
klien penggunaan tehnik mengontrol pernafasan dengan aktivitas
- Ajarkan
klien pentingnya dan metode batuk, membersihkan sekresi
- Instruksikan
klien penggunaan teknik relaksasi selama aktivitas
- Bantu
klien dengan konservasi energi dan teknik kerja dalam ADL
- Ajarkan
klien pentingnya nutrisi seimbang
- Jelaskan
pada klien tanda intoleransi aktivitas, mencakup gejala yang harus dilaporkan
ke dokter
- Jelaskan
pada klien bagaimana menggunakan alat bantu atau obat sebelum atau selama
aktivitas
- Bantu
klien membuat catatan aktivitas untuk mencatat aktivitas dan toleransi
aktivitas
|
Thursday, March 28, 2019
diagnosa nanda- nic noc : Intoleransi aktivitas
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment