Thursday, March 28, 2019

diagnosa nanda- nic noc : Konstipasi

Diagnosa: KONSTIPASI
Definisi           
Penurunan dari frekuensi normal defekasi diikuti oleh kesulitan atau pengeluaran tinja tidak komplit dan/atau tinja keras, kering
Faktor yang berhubungan
Fungsional
-        Perubahan lingkungan saat ini
-        Penolakan kebiasaan/menunda keinginan untuk defekasi
-        Aktivitas fisik yang tidak mencukupi
-        Kebiasaan BAB yang tidak teratur
-        Toileting tidak adekuat (contoh: waktu, posisi defekasi, privasi)
-        Kelemahan otot abdomen
Psikologis
-        Depresi
-        Stres emosional
-        Kebingungan mental
Farmakologis
-        Antikonvulsan (anti kejang)
-        Overdosis laksatif (pencahar)
-        Antasid yang mengandung aluminium (lihat brosur obat)
-        Opioid
-        Diuretik
-        Phenotiazines
-        Sympatomimetics
-        Antidepresan
-        Antilipemik
-        Kalsium karbonat
-        Nonsteroid antiinflamasi (NSAID)
-        Antikolinergik
-        Iron salts
-        Sedative
-        Bismuth salts
-        Calcium channel blockers
Mekanik
-        Abses/ulser rectum
-        Fissura anal rektal
-        Megakolon
-        Prolaps rektal
-        Kelemahan neurologis
-        Obstruksi post pembedahan
-        Hemoroid
-        Kehamilan
-        Tumor
-        Ketidakseimbangan elektrolit
-        Pembesaran rektal
-        Struktur anal rektal
-        Rectocele
-        Obesitas
Fisiologis
-        Kebiasaan makan yang buruk
-        Penurunan motilitas traktus gastrointestinal (peristaltik usus)
-        Kebersihan gigi/mulut tidak adekuat
-        Kekurangan intake serat
-        Kekurangan intake cairan
-        Perubahan pola makan dan makanan dari biasanya
-           Dehidrasi
Batasan karakteristik
-        Perubahan pola BAB
-        Terdapat darah segar pada tinja
-        Adanya tinja yang lembut seperti pasta di rektum
-        Distensi abdomen
-        Tinja yang gelap, hitam, atau seperti ter
-        Peningkatan tekanan abdomen
-        Perkusi abdomen dullness
-        Nyeri saat defekasi
-        Penurunan volume tinja
-        Tegang saat defekasi
-        Frekuensi BAB menurun
-        Tinja yang kering, keras, dan berbentuk
-        Teraba massa pada rektum
-        Perasaan rektal penuh atau bertekanan
-        Nyeri abdomen
-        Tidak mampu mengeluarkan tinja
-        Anoreksia
-        Nyeri kepala
-        Perubahan dalam bunyi perut
-        Indigesti/ gangguan pencernaan
-          Adanya atipikal pada orang dewasa (contoh perubahan dalam status mental, inkontinensia urin, jatuh yang tidak dapat dijelaskan, peningkatan suhu tubuh)
-        Flatus yang hebat
-        Kelelahan secara umum
-        Suara usus hipoaktif atau hiperaktif
-        Terasa massa abdomen
-        Terasa lembut pada abdomen dengan atau tanpa teraba tahanan otot
-        Mual dengan atau tanpa muntah
-        Tinja seperti air Lumpur
Tujuan (Nursing Outcome Classification/NOC)
-        Bowel Elimination (eliminasi isi usus)
Definisi: kemampuan saluran gastrointestinal untuk membentuk dan mengeluarkan tinja secara efektif
-        Hydration (hidrasi)
Definisi: jumlah air di intraseluler dan ekstraseluler yang merupakan bagian dari tubuh
Kriteria hasil
-        Mudah mengeluarkan tinja
-        Ada bising usus
-        Ada kekuatan otot untuk mengeluarkan tinja
-        Mengeluarkan tinja tanpa bantuan
-        Warna, bau, lemak tinja dalam batas normal
-        Tidak ada darah dan lendir dalam tinja
-        Tidak terjadi nyeri kram
-        Mempertahankan pengeluaran tinja lunak dan berbentuk setiap 1-3 hari tanpa dipaksa
-        Melaporkan persasaan lega/bebas dari ketidaknyamanan konstipasi
-        Mengidentifikasi penilaian yang mencegah atau mengatasi konstipasi
-        Membran mukosa basah
-        Tidak terjadi edema perifer
-        Tidak terjadi asites
-        Tidak terjadi kehausan yang abnormal
-        Tidak terjadi bunyi nafas yang aneh
-        Tidak terjadi nafas pendek
-        Tidak terjadi mata cekung
-        Tidak terjadi demam
-        Mampu berkeringat
-        Urin output dalam batas normal (0,5-1 cc/KgBB/jam)
-        Tekanan darah dalam batas normal
-        Hematokrit dalam batas normal
Nursing Intervention Classification (NIC)
-        Constipation and impaction management (manajemen konstipasi dan impaksi)
Definisi: mencegah atau meringankan konstipasi/pengerasan tinja
-        Bowel irrigation (irigasi bowel/isi usus)
Definisi: memasukkan substansi ke dalam saluran gastrointestinal bagian bawah
-        Bowel management (manajemen bowel/isi usus)
Definisi: membangun dan mempertahankan pola teratur defekasi
-        Bowel Training (latihan bowel)
Definisi: membantu pasien untuk melatih untuk mengosongkan bowel pada interval spesifik
-        Diet staging (tahapan diet)
Definisi: memfasilitasi permintaan pembatasan diet beserta kemajuan diet yang dapat ditoleransi
-        Fluid management (manajemen cairan)
Definisi: peningkatan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi yang diakibatkan oleh abnormalitas cairan atau kadarnya tidak sesuai harapan

-        Fluid monitor (monitoring cairan)
Definisi: mengumpulkan dan menganalisis data klien untung mengatur keseimbangan cairan
-        Medication prescribing (pemberian medikasi)
Definisi: meresepkan/kolaborasi pengobatan untuk masalah kesehatan
-        Nutrition management (managemen nutrisi)
Definisi: membantu dan/atau menyediakan diet yang seimbang dari makanan dan minuman
-        Prolaps rectal management (managemen prolaps rectal)
Definisi: mencegah dan/atau mengurangi secara manual terhadap prolap rektal
Intervensi
  1.       Ongoing assesment (pengkajian terus menerus)
-          Monitor tanda dan gejala diare, konstipasi, atau pengerasan tinja
-          Monitor gerakan isi usus, termasuk frekuensi, konsistensi, bentuk, volume, dan warna, jika perlu
-          Monitor bising usus
-          Monitor tanda dan gejala ruptur bowel dan/atau peritonitis
-          Evaluasi efek samping irigasi larutan, atau pengobatan oral pada gastrointestinal
-          Evaluasi pencatatan intake gizi
-          Timbang berat badan secara teratur
-          Evaluasi inkontinensia fekal
-          Monitor status prolaps rektal
-          Monitor toleransi dan alergi terhadap makanan
-          Monitor status hidrasi (misalnya kelembaban membran mukosa, nadi, tekanan darah)
-          Monitor tanda-tanda vital
  2.       Nursing therapeutic intervention (intervensi keperawatan terapeutik)
-          Konsultasi dengan dokter tentang penurunan/peningkatan bising usus
-          Menjelaskan prosedur tindakan, etiologi masalah klien beserta rasionalnya
-          Identifikasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan konstipasi (misal pengobatan, bed rest, dan diet)
-          Menganjurkan meningkatkan intake cairan, kecuali jika ada kontraindikasi
-          Memberikan minum hangat setelah makan
-          Memcatat input dan output secara akurat
-          Konsultasi dengan dokter jika masih terdapat tanda dan gejala konstipasi/pengerasan tinja
-          Berikan laksatif atau enema, atau irigasi jika diperlukan
-          Menghindari irigasi bowel/lavement jika klien mempunyai riwayat kolitis ulseratif atau enteritis regional
-          Cek instruksi dokter untuk membersihkan gastrointestinal
-          Menyediakan privasi
-          Memasang kateter urin jika diperlukan
-          Kolaborasi dengan ahli gizi jika diperlukan
-          Observasi pola umum defekasi termasuk waktu, jumlah dan frekuensi feses, konsisternsi feses, riwayat kebiasaan defekasi atau penggunaan laksatif, diit termasuk intake cairan, pola latihan, pengobatan pribadi untuk konstipasi, riwayat obstetri/ginekologi, bedah, gangguan sensasi perianal, makanan pantangan
-          Kaji kebiasaan klien dan keluarga  mengenai kebiasaan defekasi termasuk waktu, stimulus, konsistensi, jumlah, dan frekuensi feses, konsumsi cairan, dan penggunaan bantuan untuk defekasi
-          Kaji pengobatan klien saat ini
-          Palpasi distensi abdomen, perkusi dullness, dan aulkustasi bising usus
-          Cek pengerasan feses, lakukan digital removal sesuai petunjuk dokter
-          Sediakan privasi untuk defekasi. Bantu klien ke kamar mandi dan tutup pintu jika memungkinkan
-          Anjurkan  konsumsi serat 25 gram/hari untuk dewasa. Kurangi konsumsi makanan seperti buah-buahan segar, buncis, sayur-sayuran, sereal biji-bijian. Tambah konsumsi serat perlahan-lahan
-          Anjurkan konsumsi cairan 1,5-2 liter/hari (6-8 gelas cairan per hari). Jika input oral rendah, perlahan-lahan tingkatkan intake cairan. Intake cairan harus dalam simpanan jantung dan ginjal
-          Bila sudah memungkinkan, anjurkan klien turun dari tempat tidur secepatnya dan melakukan ADL jika mampu. Anjurkan latihan seperti perubahan posisi, mengangkat pinggang, latihan bergerak di tempat tidur, angkat lutut ke arah dada
-          Setiap kali makan, berikan bekatul jika diijinkan klien dan makanan yang telah ditentukan. Pastikan cairan yang dikonsumsi cukup (1500 ml/hari) bersama bekatul.
-          Buatlah jadwal defekasi secara teratur, gunakan waktu pengeluaran normal jika memungkinkan
-          Jika memungkinkan sediakan kopi panas, air jeruk panas, pepaya sebelum sarapan atau dudukkan di toilet jika diperlukan
-          Menganjurkan pada klien mengenai bahan-bahan yang diperlukan untuk mengatur buang air besar yang normal (cairan, serat, aktivitas, dan latihan yang teratur untuk defekasi)
-          Berikan laksatif, supositoria, enema jika dibutuhkan, atau sesuai program terapi
-          Untuk pasien dengan masalah neurologis, petimbangkan pengguanaan laxantia, lavement atau supositoria setiap hari atau lakukan digital removal dengan persetujuan dokter
  3.       Health education (pendidikan kesehatan)
-          Instruksikan klien/keluarga mencatat warna, volume, frekuensi, dan konsistensi tinja
-          Mengajarkan kepada klien/keluarga bagaimana menyimpan makanan
-          Mengajarkan makanan khusus yang dapat meningkatkan keteraturan peristaltik
-          Menjelaskan klien/keluarga mengenai hubungan diet, latihan, dan intake cairan dengan konstipasi/pengerasan tinja
-          Menjelaskan pada klien dan/atau keluarga mengenai cara pemberian obat serta efek sampingnya

No comments:

Post a Comment